Tuesday, February 1, 2011

Test Drive Honda Freed, Pembuktian Low MPV Honda Seharga 257 Juta

Jika selama ini mobil yang tumbuh subur penjualannya di Indonesia adalah mobil yang dipasarkan dengan harga kurang dari 200 juta, maka hal tersebut tidak berlaku bagi MPV terbaru keluaran Honda yakni Freed.

Meski dipasarkan dengan harga cukup jauh di atas para kompetitornya (Nissan Grand Livina, Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza) yang berada di kisaran Rp. 127 juta - Rp. 198 juta, Freed yang dipasarkan dengan harga Rp. 237 juta (1.5 i-VTEC AT) dan Rp. 257 juta (1.5 i-VTEC AT w/ Power Sliding Door & Dual SRS Airbags) berhasil membukukan prestasi penjualan fenomenal layaknya CR-V yang laris manis meski bermain di harga Rp. 300 jutaan. Sesuai dengan data penjualan Gaikinido (Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia), mobil yang namanya diambil dari penggabungan kata "Free + Do" ini telah terjual sebanyak 3.647 unit hingga tutup bulan Agustus sejak diluncurkan pada 29 Juni 2009 lalu. Target 6.000 unit dalam waktu 6 bulan - hingga tutup tahun 2009 - tidak lagi menjadi target mimpi. Belum lagi catatan inden Freed yang sudah mencapai 5.448 unit hingga akhir Agustus 2009.

Di Jepang sendiri, mobil yang dinobatkan sebagai "Best Value" Japan Car of The Year 2008 - 2009 ini merupakan minivan terlaris dengan penjualan rata-rata 6.300an unit per bulannya.

Lalu, bagaimanakah dengan performa mobil ini sendiri? Di bulan Agusus lalu, kendaraan.info mendapatkan kesempatan melakukan test drive varian tertinggi Honda Freed 1.5 i-VTEC AT w/ Power Sliding Door & Dual SRS Airbags. Sesuaikah mobil seharga Rp. 257 juta ini dengan ekspektasi konsumen? Berikut ulasannya:

Dimulai dari sisi eksterior, mobil ini tampak seperti Jazz yang lebih panjang dan lebih tinggi bila dilihat dari depan. Secara dimensi Freed juga tampak seperti mini Honda Elysion. Dari sisi samping, bagian belakang Freed mengingatkan kita pada Mercedes-Benz B-Class. Mobil ini juga tampak besar pada sisi buritan dengan desain pintu belakang stylish berkombinasi dengan lampu belakang yang berukuran kecil. Meski terasa ada yang kurang dengan tidak adanya fog lamp di bagian depan, secara keseluruhan Freed hadir dengan dimensi yang compact dan tampilan yang terbilang unik.

Setelah puas mengamati luar Freed, kami pun mulai mengamati interior MPV 7-seater ini. Ketika menonaktifkan alarm dan membuka pintu, kami disambut dengan speedometer yang eye-catching dengan kontras warna biru - putih menyala di atas background berwarna hitam, seolah lampu mobil dihidupkan.





Di bagian depan, pandangan mata kami sedikit terganggu dengan desain dashboard yang bertingkat. kendaraan.info berpendapat, tanpa desain bertingkat tersebut maka dashboard akan jauh terlihat lebih elegan disamping komposisi ruang kaki secara keseluruhan juga akan menjadi lebih luas hingga baris ketiga/terakhir.

Desain dashboard ini juga mengurangi nilai ergonomis pengemudi dalam meraih fitur interior dan fitur entertainment yang ada. Dan sangat disayangkan masih belum tersedia audio switch di steering wheel Honda Freed seperti kebanyakan mobil modern saat ini untuk meminimalisir kekurangan tersebut. Untuk fitur entertainment sendiri, MPV ini telah dilengkapi dengan audio system Double Din yang memiliki fungsi Radio, CD/MP3 Player, plus USB port dan Ipod Connector yang merupakan pertama di kelasnya.

Selain itu, catatan juga kami berikan pada fitur interior yang terbilang konvensional. Tombol pengaturan AC terlihat kurang elegan plus material interiornya yang terlihat tidak sekelas dengan line up Honda yang ada. Sangat disayangkan mobil ini juga tidak dilengkapi dengan pelipat spion otomatis.





Di luar itu, desain tempat duduk Honda Freed yang diinformasikan memiliki tingkat kenyamanan sama dengan Honda Accord benar terbukti. Seperti biasanya Honda selalu mengedepankan desain bangku yang terasa 'membungkus' badan pengemudi maupun penumpangnya.

Honda kembali mengedepankan konsep "small outside, big inside" melalui Honda Freed. Posisi duduk terasa sedikit 'tenggelam' dengan desain lantai dasar kabin yang rendah dan flat dari depan hingga belakang plus komposisi bangku walk through cabin guna menambah keleluasan kabin Freed. Ruang kepala (head room) kabin Freed masih nyaman hingga orang setingi 180 cm sekalipun, dari baris pengemudi hingga King & Queen Seat di baris kedua. Untuk baris ketiga, bangku ini masih nyaman untuk orang bertinggi badan kurang dari 160 cm. Catatan kembali kami temukan pada sistem pendingin AC Freed yang belum double blower.

Fitur sliding door menjadi nilai plus sekaligus pembeda MPV anyar Honda ini dibanding dengan kompetitornya. Akses masuk sangat baik dengan bukaan yang lebar (600 mm) dan lantai kabin yang rendah (410 mm). Meski sedikit noisy, sliding door Freed bekerja sangat baik dan cepat dalam pengoperasiannya. Fitur ini juga dapat dioperasikan dari bangku pengemudi layaknya central door lock.





Sliding door Honda Freed telah dilengkapi dengan touch sensor anti pitch system untuk mencegah resiko terjepit, dimana pintu secara otomatis akan batal menutup jika menyentuh anggota tubuh atau benda lainnya. Selain itu, sliding door ini juga dilengkapi dengan fitur Fuel Lid Auto Lock Safety System yang mencegah sliding door terbuka secara penuh menyentuh tutup tangki bensin untuk pengisian BBM.

Sebagai sebuah MPV, Honda Freed juga diciptakan dengan tingkat utilitas tinggi dengan banyaknya ruang penyimpanan barang di semua sudut. Freed juga mampu menyediakan kapasitas kargo hingga 672 liter dengan sistem lift up (dilipat ke atas). Dan untuk kemudahan akses, bukaan pintu bagasi mampu terbuka hingga setinggi 1.850 mm.



Melepas Foot Parking Brake - karena sudah tidak menggunakan rem tangan -, kami pun mulai melakukan uji kendara dengan mengambil rute tol BSD di tengah malam. Seperti apakah performa mesin i-VTEC 1.5 liter Honda Freed yang menurut data spesifikasi mampu menghasilkan tenaga dan torsi maksimal sebesar 118 PS dan 146 Nm ini?

Meski berkapasitas sama dengan Jazz dan City, mesin Honda Freed di setting berbeda dengan sedikit pengurangan pada tenaga dan sedikit penambahan pada torsi. Putaran mesin bawah Freed terasa baik, berbanding terbalik dengan Jazz dan City yang kuat di putaran atas.

Kecepatan hingga 100 km/jam cukup mudah diraih dengan berkendara secara normal. Freed juga cukup responsif dalam uji "stop n go", bahkan di posisi tanjakan sekalipun. Dibekali transmisi otomatis 5 percepatan (5 AT) konvensional, perpindahan gigi terasa lebih halus mengoptimalkan kenyamanan berkendara Freed.



Dengan dukungan teknologi Drive by Wire (DBW) dan Torque Boost Resonator untuk meningkatkan torsi pada putaran bawah dan tenaga pada putaran atas, Freed mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 170 km/jam dari batasan angka 180 km/jam yang ada di speedometer. Hasil ini kami peroleh dengan catatan di kecepatan 165 km/jam Freed sudah terasa melayang, melanjutkan pengujian 0 - 100 km/jam yang dapat dicapai dalam waktu 13,5 detik.

Sistem peredaman kabin Honda yang terkenal kedap kembali terbukti melalui Freed. Suara mesin dan ban baru mulai terdengar di atas kecepatan 120 km/jam di atas 4.000 RPM.

Body roll juga sangat minim hingga kecepatan 100 km/jam sekalipun. Membuatnya stabil berpindah lajur ke kiri maupun ke kanan. Hal ini didukung oleh suspensi yang medium-hard plus bobot Freed yang lebih berat, membuatnya menempel di aspal secara maksimal dengan rasa berkendara layaknya mengemudikan sedan.

Dimensinya yang kompak membuat Freed cukup lincah bermanuver dalam aktivitasnya sehari-hari. Radius putarnya yang pendek (5,2 m), cukup untuk melakukan u-turn (putar balik - red) dari lajur pertama ke lajur ketiga di jalan raya ibukota.

Visibilitas mengemudi terbilang cukup baik meski efek blind spot kadang masih kami temui. Hal ini disebabkan karena posisi mengemudi Freed yang sedikit mundur dan 'tenggelam'. Meski begitu, tuas persneling otomatis berada di tempat yang cukup strategis atau cukup mudah untuk digapai. Untuk mereka yang pernah mengemudikan Honda Stream, posisi mengemudi Freed hampir sama dengan MPV Honda yang telah discontinue di Indonesia tersebut.

Multi Layered Meter Cluster dibuat sedemikian rupa padat informasi dengan desain garis speedometer berwarna biru. Di tengah, terdapat Multi Information LCD untuk memantau rata-rata konsumsi BBM, jarak tempuh dan perkiraan jarak yang dapat ditempuh dengan sisa bahan bakar yang tersedia.

Untuk konsumsi BBM, 1 liter Freed mampu menempuh hingga 12,4 km (tol) dan 11,3 km (dalam kota). Dengan demikian konsumsi BBM rata-rata Honda Freed versi pengujian kendaraan info adalah 1 liter : 11,8 km.

Yang terpenting dan terutama dari Honda Freed yakni fitur keselamatan merupakan yang terbaik di kelasnya. Low MPV ini telah dibekali dengan G-CON+ACE, side impact beam, Dual SRS Airbags, pretensioner seat belt, pedestrian protection body, ABS (Antilock Braking System), EBD (Electronic Brake Force Distribution) dan BA (Brake Assist). Kelengkapan fitur tersebut membuat Honda Freed berhasil meraih peringkat tertinggi 6 bintang dari Japan New Car Assessment Program (JNCAP).

( Sumber :
kendaraan.info )


Honda Freed
DeskripsiLow MPV 7-seater
Dimensi (P x L x T) 4,215 x 1,700 x 1,735 mm
Wheelbase2,740 mm
Ground Clearance 165 mm
Radius putar 5,2 m
Kapasitas tanki 42 liter bensin
Mesin1.5L SOHC 4-Cyl, 16 katup i-VTEC + DBW + Torque Boost Resonator
Tenaga maksimum118 PS @ 6.600 rpm
Torsi Maksimum 146 Nm @ 4.800 rpm
Transmisi5-speed AT
Velg & Ban 15" alloy wheels, 185/65
0 - 100 km/jam 13,5 detik
Kecepatan maksimum 170 km/jam
Konsumsi BBM 1 liter : 11,3 km (dalam kota)

1 liter : 12,4 km (luar kota)

1 liter : 11,8 km (rata-rata)
Sistem suspensi McPherson Strut with Stabilizer (depan) & H-shape Torsion Beam (belakang)
Sistem rem Ventilated disc (depan), drum (belakang), ABS, EBD, BA
Fitur KeselamatanG-CON + ACE, Dual SRS Airbags, pretensioner seat belt, pedestrian protection body, side impact beam
WarnaLuminous Blue Pearl, Alabaster Silver Metallic, Brilliant White Pearl, Basque Red Pearl, Crystal Black Pearl, Polished Metal Metallic

1 comment: